Review Rabbittown Bandung


Wilujeng Enjing Ulla!
Kali ini gue mau review salah satu tempat wisata baru di Bandung. Oh iya mohon maaf sebelumnya ini kan review pribadi, dengan sejujur jujurnya dan secablak2nya (diusahakan sih tetap tidak mengumpat dan menggunakan bahasa santun, di-u-sa-ha-kan ya!). Sekali lagi ini review pribadi, jadi tentu mungkin ga selalu sesuai dengan yang orang alami. Baik kita mulai reviewnya.

Jadi kan ada tempat baru yang hits di Bandung namanya "Rabbit town" yang sebenernya gue juga baru tau karena diajakin TSS gue kesana. Pas masuk  dan berkeliling wow aku terkejut betapa nirfaedahnya bagusnya tempat ini, kecuali stand es krim aice nya. Disini merupakan tempat yang digadangkan sebagai "wisata selfie". Nah apapula wisata selfie tersebut, ternyata ya intinya tempat ini menyediakan spot foto yang menurut kawula muda masa kini "instagramable". Gue tadinya ngeliat ada satu spot namanya museum ice cream nah disitu selain ada es krim cone digantung, ada pisang digantung tapi kepisah-pisah tidak satu sisir, yang merupakan salah satu spot foto. Sebagai orang yang otaknya tidak benar kreatif gue langsung dapet ide pose foto namun urung dilakukan karena ternyata untuk berfoto disana musti bayar noban alias 20.000 rupiah. Whew 20.000 dollar zimbabwe saja saya tidak ikhlas untuk berfoto disana, di spot wisata selfie yang sangat indah tersebut.
List Wahana di Rabbit town


Karena udah terlanjur bayar 25.000 untuk tiket masuk tempat penyembahan berhala kelinci raksasa ini (yes, soalnya banyak patung kelinci raksasa disini), akhirnya gue jalan-jalan untuk liat semua wahana. Ada banyak wahana disana, mulai dari kandang monyet hingga kandang kelinci, ya bahkan sepetak kolam koi aja jadi wahana dong. Oke gue sama temen-temen gue yang lain yang foto di wahana selfie lampu berjejer. Kalau teman2 gue sih foto disini mungkin karena instagramable, kalo gue soalnya....gratis. baiklah sudah cukup curhatnya. Jadi tentu kalau review itu harus ada plus dan minus nya.

 Oke bahas plus nya dulu.
-Tempat ini memiliki banyak tempat foto yang instagramable,dengan catatan;
1. Kamu cantik/ganteng 
2. Kamu jelek tapi jago pose 
3. Kameranya bagus 
4. Kamu ga kaku kayak figurin ultraman. 




 "bu pisangnya mau berapa sisir? -sumber @graciavita (diambil tanpa izin nih fotonya)
"Mandi apa yang ga basah? ya mandi kucing ee, salah mandi bola maskudnya #yhagalucumz" -sumber @felicialici  (gapake izin juga, tapi tangkep aja yang ni kalau misalnya ga suka sama post ini)











"lampu..lampu apa yang ga nyala? lampu yang belum dinyalain...ba dum tss" -sumber @jocelynputami (gambar juga diambil tanpa izin, maaf ya joce)














-‎Foodcourt nya banyak pilihan makanan
ga makan disana sih karena saat itu belum berminat untuk makan dan males top up, tapi lumayan bermacam sih pilihan makanannya, yang paling gue inget ada pempek nya.

-‎Toilet bersih
Ini penting, sebab kadang tempat wisata yang rame toiletnya suka tidak terawat, suka tiba-tiba masuk wc udah dikasih hadiah gitu di kloset nya. syukurlah perawatan toiletnya oke.

-Toko snack artis
Meski ga jadi beli karena takut harganya ga worth it tapi lumayan lah ada toko ini. disini bisa ditemukan snack-snack artis kayak keripik nya inul dan sebagainya

-‎Valet parking harga nya oke
Disaat pening nyari parkir untunglah ada petugas valet parking yang siap membantu dan sigap saat pulang. ini nilai plus yang cukup baik buat Rabbit town karena yha...males aja cari parkir.

-‎Bingkisan Saat Pulang
pas pulang dapet bingkisan kayak abis acara ulangtahunan isinya produk2 richeese yang sukses bikin gue mencret2 karena makan kebanyakan (ya monmaap waktu itu kelaperan, ga ada makanan, cuma ada temen2 gue dan richeese, ya masa gue makan temen? Gue kan bukan koas pato #lohganyambung).

Nah sekarang kekurangannya. Aduh ya mohon maaf gue kan salah satu dari anggota PErkumpulan netijen cabLAk tidaK ada Otak (disingkat PELAKOr, loh dari mana coba bisa ada r nya diujung) jadi ya disini gue akan bilang kekurangannya dengan julid.

Minusnya ialah:
-Biaya masuk tiket mahal
25.000 itu termasuk mahal karena ternyata di dalem kalau masih mau berselfie di beberapa wahana masih bayar. Ya mungkin abis ini beberapa yang baca langsung bilang ke gue "ih susah emang kalo ngomong sama orang miskin"  ya tapi andaikan tiket masuknya masih 5000 tentu akan sedikit lebih wajar soalnya kan ya lo bakal bayar lagi juga didalem. (Lah kan 25ribu tapi dikasih richeese banyak sampe lo mencret? Lah yang mau richeese saha?)

-Plagiarisme Karya Seniman Internasyonel
‎ini agak penting, gue dikasih tau temen gue yang agak artsy kadang2 yaitu Habib Steven alias @stevenjohanes katanya tempat-tempat foto disana sebut saja kayak pisang digantung, titik warna warni dan barisan lampu itu niru karya seni terkenal. Bisa digoogling sendiri yak, ada artikelnya. Yah ada sih artikel yang masih bilang
"oh mungkin maksudnya mau menyediakan karya seni serupa yang instagramable tanpa harus ketempat aslinya di luar negeri" ya mungkin sih tapi ya setidaknya mencantumkan dongs darimana inspirasinya (apa disana mungkin dicantumkan ya? Gatau sih ga masuk ke tempat foto pisang kan soalnya bayar). Kalau seandainya dicantumkan kan setidaknya kegundahan netijen sedikit teratasi. Gue sih ga ketemu ya tulisan nya yang lampu berjejer itu terinspirasi darimana pas di rabbit town, apa adakah papan penjelasannya? Ya soalnya kalo di ig nya sih dibilang ini..


only at'.......interpretasi nya kan ya gitu....

























Dikit kan kekurangannya? Yak namun agak fatal sih menurut gue. Kasian juga kan banyak orang yang secara ga langsung jadi malu kayak misalnya politikus yang sekaligus mantan gadis warkop DKI yaitu Ibu NA yang di akun sosmed pribadinya memuji Rabbit town bilang kira-kira gini "Yang luar biasa dari semua ini adalah IDE NYA!". belum lagi  @diet_prada juga sampe ngepost tentang rabbit town dan sedihnya doi diblock sama rabbit town LOL. Semoga pihak rabbit town bisa memberikan klarifikasyong terhadap berita tentang meniru-niru yang akhir-akhir ini hits, jangan cuma matiin komen kayak ertong jaman now. Jangan marah juga dengan review jujur gue ini, toh sifatnya kan subjektif, buktinya masih banyak kan orang berkunjung kesana (penulis takut tiba-tiba dicyduk lalu dicincang, dagingnya kemudian diberikan ke ikan koi)

Sekian dulu review kali ini, mohon maaf kalau bacot dan terlalu banyak gimmick kayak acara alay,

 Sampai jumpa! Salam sate kelinci puncak!



Komentar

Postingan Populer